Sabtu, 17 Agustus 2019


Beras Aromatik Khas KEP Rimbo Jaya Bengkulu

09 Jul 2019, 06:54 WIBEditor : Ahmad Soim

Beras aromatik Sintanur dari Bengkulu | Sumber Foto:Aem

Rencana kedepan koperasi yang telah dibekukan, akan dihidupkan kembali dari Gapoktan yang ada. "Kegalalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda," ujar Aklarudin.

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Jatuh bangun membangun kelembagaan petani dijalani oleh Aklarudin dan sahabat sahabat petani di Bengkulu. Koperasi yang sempat dibekukan akan dihidupkan kembali untuk memasarkan beras Aromatik Sintanur khas Bengkulu.

Aklarudin Ketua Gapoktan Rimbo Jaya mempelopori usaha bersama komoditas unggulan beras aromatik di Bengkulu, tepatnya di Kelurahan Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma. Usaha beras aromatik khas Bengkulu itu, didorong untuk bekerja bersama sama petani lainnya membentuk  kelompok sebagai wadah petani untuk berhubungan dengan lembaga pemerintahan. 

Bersama kawan-kawan petani, Aklarudin membentuk koperasi yang difasilitasi perusahaan swasta   mitra usahanya dengan modal awal sebesar Rp 18 juta. Koperasinya diberinama  Koperasi Mitra Andalan Pioner pada tahun 2011. Salah satu kegiatannya  mengembangkan usaha simpan pinjam. Tidak mudah menjalankannya, selama 1 (satu) tahun, usaha simpan pinjam  belum menampakkan kemajuan. Namun mereka tidak patah arang untuk berusaha tetap mempertahankan keberadaan koperasi.

Dalam perjalanannya,  koperasi yang beranggorakan 8 (delapan) kelompoktani ini membentuk  Gapoktan Rimbo Jaya, yang ada di Desa Rimbo Kedui. Selama 1 (satu) tahun berjalan sudah ada tanda-tanda kemajuan  untuk pengembangan modal dengan berbagai upaya. Salah satunya membuat usaha bersama memanfaatkan pinjaman KPP-E dan KUR yang nilainya Rp 200 jutaan yang disalurkan ke petani.

Aklarudin dan pengurus lainnya dengan semangat yang tinggi bermodalkan kepercayaan dan kejujuran bersama anggota untuk mengembangkan usaha budidaya padi Aromatik Varietas Sintanur yang diintegrasikan dengan ternak sapi menghasilkan beberapa produk seperti Beras Aromatik, Kotoran Ternak sapi yang dibuat pupuk kompos dan pemanfaatan urin sapi yang di fermentasi untuk bio pestisida dan pupuk organik cair.

Keberhasilan dalam menerapkan teknologi ini tidak terlepas dari pendampingan penyuluh lapangan, BPTP dan Dinas Pertanian. Keberadaan instansi tersebut memberikan motivasi untuk terus berusaha dalam mengembangkan usaha di wilayah bersama petani yang lain untuk mengembangkan padi aromatik yang di integrasikan dengan ternak sapi.

Bisnis beras Aromatik ini dijalankan oleh kelompok dan dijual ke Gapoktan. Dari usaha sewa lahan sawah 1 Ha yang dikelola bersama-sama dengan teknologi yang diterapkan Jarwo Super dengan perlakuan pemupukan organik dan pupuk cair yang dihasilkan dari kandang sapi kelompok, hasilnya bisa mencapai 8 ton/Ha. Keberhasilan ini membuat para pengurus semakin semangat ditopang dengan permintaan semakin banyak baik dari instansi maupun pasar. Para pengurus gapoktan bersepakat untuk membentuk satu usaha dagang untuk mewadahi penjualan beras aromatik ini.

Rencana kedepan koperasi yang telah dibekukan, akan dihidupkan kembali dari Gapoktan yang ada. "Kegalalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda," ujar Aklarudin.

 

 

 

 

 

Reporter : Aem
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018