Minggu, 21 Juli 2019


Berkat Dryer dan Mesin Penggilingan, Gapoktan Tani Mandiri Kembangkan Pertanian Terpadu

24 Jun 2019, 17:19 WIBEditor : Gesha

“Berkat dryer dan mesin penggilingan ini kami bisa mengembangkan pertanian terpadu. Bahkan, kami sudah mampu memproduksi padi sebanyak 3,5 ton/bulan,” pungkas Sukar. | Sumber Foto:TABLOID SINAR TANI

manajemen Gapoktan Tani Mandiri setelah mengelola mesin dryer dan penggilingan padi, juga melakukan pembelian gabah petani.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukoharjo --- Mekanisasi pertanian yang dilakukan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Tani Mandiri di Kab. Sukoharjo Jawa tengah (Jateng) tak hanya sebatas mengembangkan unit pelayanan jasa alsintan (UPJA). Gapotan yang berlokasi di Desa  Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo saat ini bahkan sudah mulai mengembangkan pertanian padi terpadu.

“Petani di Desa Dalangan ini tak  hanya mengaplikasi alsintan untuk mengolah usaha taninya. Tapi, kami sudah mengarah pada pengembangan pertanian terpadu. Artinya, setelah panen, petani bisa memanfaatkan dryer dan mesin penggilingan yang kami kelola secara terintergrasi,” kata Ketua Gapoktan Tani Mandiri, Sukar, di Sukoharjo, Senin (24/6).

Sukar juga mengaklaim Gapoktan yang dipimpinnya selangkah lebih maju dibanding Gapoktan lainnya. Mengapa demikian? Menurut Sukar,  manajemen Gapoktan Tani Mandiri setelah mengelola mesin dryer dan penggilingan padi, juga melakukan pembelian gabah petani.

“Kami beli gabah ke petani Rp 4.300/kg. Gabah tersebut kalau masih basah bisa dikeringkan dengan dryer. Setelah itu kami proses lagi dengan mesin penggilingan, sehingga menjadi beras yang siap jual,” kata Sukar.

Menurut Sukar, beras yang dikemas tiap 50 kg/bungkus dijual dengan harga Rp 50 ribu, atau Rp 10 ribu/kg. “Karena mesin penggilingan padi dan dryer ini baru beroprasi pada April 2019, belum banyak gabah dari petani yang kami serap. Paling baru sekitar 35 ton/bulan,” papar Sukar.

Agar berfungsi maksimal, lanjut Sukar, mesin penggilingan dan dryer tersebut tak dikelola oleh UPJA, tapi dikelola oleh manajemen tersendiri. Kapasitas dryer sebanyak 10 ton/12 jam.

Sedangkan mesin penggilingannya kapasitasnya sebanyak 0,5 ton/jam. “Berkat dryer dan mesin penggilingan ini kami bisa mengembangkan pertanian terpadu. Bahkan, kami sudah mampu memproduksi padi sebanyak 3,5 ton/bulan,” pungkas Sukar.

Tercatat sebanyak 293 petani yang bernaung di bawah Gapoktan Tani Mandiri bisa meningkatkan produktivitas padi yang ditanamnya sebanyak 8 ton/ha (GKP), dari sebelumnya hanya sekitar 6 ton/ha (GKP). Bahkan, sejumlah petani di Desa Dalangan sudah menerapkan manajemen corporate farming dalam mengelola usaha taninya.  

“Ada sekitar 28 ha yang menerapkan manajemen corporate farming. Lahan seluas itu dikelola secara berkelompok yang manajemennya diserahkan langsung oleh UPJA Bagyo Mulyo. Melalui pola semacam ini, petani lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan produksi padinya,”  pungkas Sukar.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018