Wednesday, 21 October 2026


Anggrek Tanah, Mudah Ditanam dan Bunganya Tahan Lama

16 May 2021, 08:24 WIBEditor : Ahmad Soim

Anggrek Tanah

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Tanaman Anggrek tanah bisa tumbuh dan berbunga dengan baik di bawah sinar matahari.

Balai Penelitian Tanaman Hias merekomendasikan cara bercocok tanam Anggrek Tanah (Spathogiottis). Tanaman ini akan tumbuh sempurna apabila kebutuhan hidupnya tercukupi secara optimal, di antaranya: cahaya, air, udara, suhu dan unsur hara.

Meskipun Spathoglottis juga akan tumbuh baik di bawah  naungan maupun di bawah matahari penuh, tergantung spesies, namun demikian tanaman muda atau bibit anggrek tanah biasanya memerlukan cahaya yang lebih sedikit di banding tanaman dewasa.

Pertumbuhan anggrek yang kekurangan cahaya akan menyebabkan tanaman tidak mau berbunga. Sebaliknya bila cahaya terpenuhi dengan tepat, maka tanaman Anggrek Tanah terlihat warna daunnya hijau muda, permukaan daun mengkilat, tanaman tumbuh segar dan rajin berbunga.

Air berperan sebagai alat pelarut, pengolah dan pengangkut unsur hara dari akar ke  keseluruh bagian tanaman. Kelembaban udara yang baik untuk anggrek adalah sekitar 50-70 persen tergantung jenisnya. Pada kelembaban yang baik tanaman dapat mempertahankan kandungan air dalam batang dan daunnya, sehingga penyiraman air tidak boleh berlebihan karena akan terjadi pembusukan.

Udara yang bergerak atau sirkulasi udara yang baik diperlukan tanaman untuk mengurangi panas yang disebabkan oleh terik matahari. Selain itu juga mengurangi kemungkinan adanya jamur dalam kondisi udara lembab dan diam.

Sebagai tanaman tropis, anggrek memerlukan suhu harian antara 27-30 derajat Celcius dan suhu malam pada kisaran 21derajat Celcius tergantung jenis.

BACA JUGA:

 

Anggrek tanah memerlukan medium yang berfungsi sebagai sumber makanan  utama bagi tanaman. Fungsi sebagai sumber makanan ini dapat digantikan dengan pemberian pupuk buatan pabrik.

Meski demikian media yang kaya akan bahan makanan  diperlukan tanaman Anggrek sebagai tempat hidupnya. Pemakaian humus, kompos dan pupuk kandang  sangat diperlukan. 

Medium yang diinginkan Spathoglottis adalah medium dengan drainase yang baik. Apabila menggunakan media tanah, harus dicampur dengan bahan-bahan yang mudah meloloskan air.

Medium tanamnya bisa berupa bahan campuran tanah, sekam bakar, sersah daun bambu/andam dan pasir. Untuk campuran media tanpa tanah dapat menggunakan sersah daun bambu, sekam bakar/pasir, dan pupuk kandang.

Tanaman ditanam dengan posisi pseudobulb bagian atas tidak terbenam, untuk menghindari kebusukan.

Untuk tanaman golongan terestria seperti Spathoglottis, diperlukan cara pengairan yang hati-hati khsusnya untuk anggrek yang sedang berada dalam masa istirahat. Apabila diberikan air berlebihan akan berakibat  pada bagian yang berada di dalam tanah.

Cara yang aman adalah dengan memberi kebasahan dalam arti bukan basah kuyup pada tanaman ini pada masa pertumbuhan, sedang dalam masa istirahat air hanya boleh diberikan dalam   jumlah minimum untuk mencegah kekeringan total.

Spathoglottis merupakan tanaman yang vigor dengan system perakaran yang cepat berkembang, sehingga apabila di tanam di pot, dipilih pot yang dalam.

Pertumbuhan anggreknya yang cepat memerlukan suplai hara yang lebih banyak. Pemakaian media  yang mengandung  pupuk kandang atau kompos sudah cukup, namun untuk memberikan hasil yang maksimal, pemupukan tambahan perlu dilakukan.

Pemangkasan daun dilakukan secara teratur dengan memotong bagian-bagian yang dapat mengganggu terutama pada daun-daun yang sudah mulai coklat dan tangkai bunga yang telah mengering.

Penggantian media dilakukan bersamaan dengan pemisahan anakan,  terutama pada tanaman yang telah banyak membentuk rumpun, sehingga pot tidak mampu lagi menampung tanaman.

Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan pestisida sesuai kebutuhan. Biasanya hama yang sering dijumpai menyerang Spathoglottis adalah lalat putih, semut, dan laba-laba.

Serangan hama lalat putih yang hebat dapat menyebabkan tanaman mati, karena hama tersebut menghisap cairan dalam daun. Selain itu tanaman menjadi kotor/berwarna hitam seperti embun jelaga.

Sedangkan penyakit sering dijumpai adalah busuk sclerotium  yang menyerang akar, umbi semu  dan pangkal daun. Hal ini terjadi apabila tanaman dalam kondisi media terlalu basah, sehingga serangan organisme kedua seperti jamur dapat menyerang. Akibatnya tanaman menjadi busuk.  

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018