
Pemerintah terus melakukan modernisasi metode tanam pun terus dikembangkan. Salah satunya konsep Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemerintah terus menggenjot paduksi padi. Bukan hanya mengandalkan optimalisasi lahan dan perluasan areal tanam, modernisasi metode tanam pun terus dikembangkan. Salah satunya konsep Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).
Modernisasi pertanian terus diganjot. Di era yang kian makin besar tantangannya, terutama kondisi iklim yang kian sulit diprediksi, Kementerian Pertanian terus mendorong perubahan cara budidaya padi secara menyeluruh. Dari mulai pengolahan lahan, penggunaan alat dan mesin pertanian modern, pengelolaan air, hingga pemilihan varietas unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan.
Paling terbaru adalah metode budidaya PM-AAS. Diam-diam sebenarnya metode ini sudah dikembangkan sejak 2025. Memang belum diperkenalkan secara luas kepada masyarakat, khususnya petani.
Namun saat Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke XVII di Gorontalo, beberapa waktu lalu, metode ini diperkenalkan secara luas di lokasi Gelar Teknologi. Bahkan Presiden Prabowo Subianto sempat mendapat penjelasan dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.
Program diawali melalui kajian skala kecil di Kabupaten Muara pada Maret 2025, kemudian diperluas ke Kabupaten Soppeng pada September 2025 sebelum memasuki tahap validasi seluas 300 hektare hingga Maret 2026. Memasuki April 2026, mulai pengembangan demonstration farm seluas 2.000 ha di 15 provinsi.
Hingga 1 Juli 2026, PM-AAS tercatat telah diterapkan di 34 provinsi dengan total luasan sekitar 1.846 ha. Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan teknologi ini hingga 1 juta ha sebagai bagian dari strategi mempercepat swasembada pangan nasional.
Data Kementerian Pertanian, potensi pengembangan terbesar berada di Jawa Barat seluas 120.668 ha, disusul Jawa Timur 104.360 ha, Jawa Tengah 96.535 ha, Kalimantan Selatan 78.370 ha, Nusa Tenggara Timur 62.526 ha, Aceh 60.906 ha, Sulawesi Selatan 57.746 ha, dan Sumatera Selatan seluas 55.642 ha.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yakin dengan penerapan model PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat. Jika sebelumnya rata-rata produktivitas padi hanya sekitar 5–6 ton menjadi minimal 10 ton, bahkan mencapai 12,4 ton/ha.
PM-AAS merupakan hasil riset dan pengujian lapangan selama hampir dua tahun. Model ini memadukan pengalaman penerapan sistem jajar legowo di Indonesia dengan praktik budidaya modern yang dipelajari di Arkansas, Amerika Serikat, serta pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang berkembang di China.
"Setelah dua tahun kami melakukan penelitian dan pengujian di lapangan, saya semakin yakin metode ini mampu meningkatkan produksi secara signifikan. Targetnya minimal 10 ton/ha, bahkan hasil uji lapangan sudah mencapai 12,4 ton/ha,” kata Amran usai Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS, Kamis (9/7).
Ada beberapa prinsif dalam PM-AAS, apa saja. baca halaman selanjutnya.