Sunday, 11 April 2021


Puyuh: Si Burung Kecil yang Menghasilkan Rejeki

14 Mar 2021, 17:00 WIBEditor : Ahmad Soim

Ternak puyuh menjadi pilihan baru bagi Nimal | Sumber Foto:Istimewa

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Keunggulan dari burung puyuh dari ternak unggas lain adalah laju produksi telurnya yang cepat dan tinggi. 

Puyuh mulai menghasilkan telur pada umur 41hari. Dalam setahun  seekor puyuh dapat menghasilkan rata-rata 200-300 butir telur dengan berat rata-rata 10 gram per butir.

Burung ini   dapat dipelihara untuk diambil telur dan dagingnya, tidak membutuhkan lahan yang luas, kebutuhan pakan relative sedikit,telur cepat menetas, cepat dewasa, dan produksi telur tinggi.  Telur dan daging puyuh sangat diminati masyarakat karena mempunyainilai gizi yang tinggi dan harganya tejangkau.

Kotoran puyuh sangat baikdigunakan sebagai pupuk organic, karena mempunyai kandungan nitrogen cukup tinggi. Gambaran prospek usaha ternak puyuh dapat dilihat dari pemanfaatan  telur, daging, dan kotorannya oleh masyarakat.Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkanya, makin bagus prospek usaha tersebut.

PRODUK BURUNG PUYUH

1. Telur

Telur puyuh sangat digemari masyarakat Indonesia karena rasanya lezat, dapat disajikan dalam aneka bentuk masakan, harganya sangat terjangkau, dan mempunyai nilai gizi yang tinggi.

BACA JUGA:

> Budidaya Burung Puyuh, Usaha Ampuh Hasilnya Penuh

> Slamet Wuryadi, Demi Merah Putih Tularkan Virus Bisnis Burung Puyuh

> Jangan Salah Kaprah Lagi Soal Kolesterol Puyuh !

Banyak masakan yang mengunakan telur puyuh sebagai bahan baku.Bahkan, telur puyuh dipercaya berkhasiat sebagai obat kuat sehinggabanyak digunakan sebagai campuran jamu.

Selain sebagai telur konsumsi, prospek telur puyuh sebagai telur tetas juga terbuka lebar. banyak peternak puyuh terutama peternak kecil yang belum dapat  menghasilkan telur tetas dan DOQ ( day old quild ) bibit sediri sehingga mereka harus membeli.

Akan tetapi, saat ini peternak masih sulit mendapatkan telur tetas dan DOQ karena produksinya masih terbatas.Hal tersebut menjadi peluang yang sangat bagus bagi peternak penghasil telur tetas dan DOQ.

2. Daging

Puyuh memiliki ukuran tubuh yang kecil, tetapi rasa dagingnya gurih,lezat, serta mengandung  gizi tinggi.

Puyuh yang diambil dagingnya biasanya adalah puyuh yang sudah apkir, yaitu puyuh yang prodiktivitasnya sudah menurun. Jika tetap memelihara puyuh seperti itu akan merugikan karena hasil produksi tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Puyuh yangdikatakan apkir adalah puyuh yang sudah berumur 12 bulan dan puyuh jantan yang tidak terpilih sebagai pejantan.
Daging puyuh biasanya dijual ke supermarket, warung makan sederhana, dan restoran dalam bentuk karkas. Saat ini, warung makan dan restoran yang menyajikan daging puyuh juga makin banyak. DiIndonesia, menjual daging puyuh secara komersial belum begitu lazim, kecuali di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal ini menjadi salah satu prospek sekaligus tantangan untuk memasarkan daging puyuh keluar Jawa Tengah dan  Yogyakarta. 

3. Kotoran

Puyuh termasuk burung yang banyak menghasilkan kotoran. Kotoran puyuh berbau lebih menyengat dari pada kotoran ayam dan unggas lainnya.

PENGADAAN BIBIT?

 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018