Wednesday, 21 October 2026


Beternak Burung Puyuh, Hobi yang Berikan Keuntungan Rp 3 Juta/ Bulan

30 Jun 2021, 10:53 WIBEditor : Ahmad Soim

Sulaiman dan ternak puyuhnya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Nunukan -- Bagi Sulaiman, beternak burung puyuh mulanya sekadar hobi. Lama kelamaan menjadi peluang usaha yang menguntungkan bagi pria 28 tahun asal Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan ini. Ia sudah menekuni usaha ternak burung puyuh  sekitar 1,5 tahun.

Lulusan sarjana Biologi Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2015 ini mengakui, sebelumnya pernah mencoba berbagai macam usaha  seperti budidaya buah naga dan hidroponik, tapi merasa kurang cocok akhirnya memilih beternak burung puyuh yang dianggap memiliki banyak tantangan seperti  burungnya mati atau produksi telurnya yang kecil.

“Saat awal pandemi kita disuruh kerja di rumah akhirya timbul rasa bosan, kebetulan ada teman yang menjual burung puyuh  saya beli dan coba beternak puyuh mulanya hanya sedikit saja dan Alhamdulillah sampai saat ini sudah 400 ekor lebih,” kata Sulaiman. 

Menurutnya, waktu merintis pada awal-awal usaha ia hanya tidur 3 jam semalam karena waktu malam dimanfaatkan untuk belajar teori,  pagi hari belajar  praktik terus begitu dari jam 6 pagi sampai magrib, belajar tentang kandang, anakan puyuh dan tentang obat-obatan. 

“Saya berusaha belajar dari teman-teman di Jawa dan Berau juga di youtube, karena saya  itu istilahnya belajar sambil ngebut harus cepat, mungkin karena efek bosan  di rumah saja  akhirnya jadi hobi  kemudian jadi usaha, karena hobi saya itu sebenarnya di bagian peternakan,” kisahnya.

BACA JUGA:

Dalam proses pemeliharaan ternak burung puyuh ini Sulaiman tidak menggunakan bahan kimia, semuanya herbal, dari bahan minum dan pakan campurannya  ditambahi rempah-rempah seperti jahe, kunyit, kencur dan lainnya semuanya diracik sendiri.

“Secara umum seekor burung puyuh menghasilkan  satu butir telur per hari, kalau burungnya sehat bisa menghasilkan 2 butir telur per hari,” jelas Sulaiman.

Ukuran telur burung puyuh miliknya lebih besar sedikit jika dibandingkan dengan telur puyuh  dari daerah luar, menurutnya ini pengaruh dari pakan herbal yang diberikan, “saya jual kualitas telurnya bukan hanya jumlahnya saja  kalau mau kasih kecil ukuran telurnya juga bisa tinggal dikurangi kualitas pakan,  kalau harga disini ambil di tempat per piringnya isi 90 butir  dibanderol Rp 50.000 sampai Rp 55.000,” ujarnya.

Karena sulit memperoleh rak telur,  maka pengemasannya menggunakan plastik mika, lalu dikemas per setengah rak isi 45 butir karena jenis  plastik mika ini mudah diperoleh di pasaran, selain itu juga merupakan strategi pemasaran agar konsumen yang perlu sedikit telur bisa terpenuhi.

“Soal pemasaran masih terbuka, sebagian saya jual ke Tawau Malaysia tapi sekarang kondisi lockdown jadi agak sulit, di pulau Sebatik ini kita harus bersaing dengan telur puyuh dari luar daerah terutama dari Sulawesi  tapi kalau bicara kualitas bagi konsumen yang sudah faham, pasti akan membeli yang lokal, rata-rata telur puyuh yang berasal dari daerah luar itu sudah lama, dari pengakuan konsumen atau pembeli sebagian telur dari luar daerah itu kuningnya sudah rusak bahkan ada yang busuk,” bebernya.

Kalau menurut  waktunya, konsumsi telur puyuh yang baik  itu seminggu karena kondisi telurnya masih segar, kalau sudah 2 minggu masih bisa dikonsumsi tapi sudah kurang segar, kalau campuran minum dan pakannya bagus biasanya telur puyuh akan bertahan sekitar sebulan.

Sulaiman mengakui dengan kondisi sekarang omsetnya bersih sekitar 3 juta perbulan itu sudah dikeluarkan biaya operasioanal.

“Saya juga memiliki mesin tetas sendiri dengan kapasitas 250 butir, sudah menetaskan 4 kali dan Alhamdulillah berhasil makanya saya juga melayani  penjualan anakan puyuh, telur puyuh dan daging puyuh,” tuturnya.

Berdasarkan pengalaman  kata Sulaiman, setelah menetas 45 hari kemudian  burung puyuh  sudah bisa bertelur kalau sehat dan cukup pakan, burung puyuh ini bisa berproduksi  atau bertelur sampai umur 1,5 tahun tapi kalau perawatan dan pakannya kurang bagus paling lama  8 bulan  sudah menurun.

“Harapan ke depan semoga pandemi covid -19 ini segera berakhir, sehingga usaha seperti ini bisa normal kembali dan daya beli masyarakat makin meningkat, kebetulan tempat pemasaran  saya kan ada 2 yakni  Tawau Malaysia dan Sebatik,  kalau  Tawau  lockdown terus  kita juga akan kena imbas,” pungkasnya.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Ibnu Abas
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018