Sabtu, 17 Agustus 2019


Dorong Millenial Subang Turun ke Pertanian, Kementan Berikan Rp 43,63 Miliar

27 Mar 2019, 15:59 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman tengah bercengkrama dengan petani dan santri tani yang hadir | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Bantuan tersebut terdiri dari bibit komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan hingga alat dan mesin pertanian.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Subang --- Sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Barat, Kabupaten Subang punya peluang besar menjadi lumbung pangan dunia. Peluang tersebut bisa sukses dengan campur tangan millenial Subang yang mau kembali terjun ke pertanian.

Mendorong hal itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan Rp 43,63 Milliar dalam bentuk bantuan produktif. 

"Bantuan ini sebagai upaya pemerintah dalam mendorong generasi milenial agar mau turun langsung ke sektor pertanian. Bantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan indeks penanaman dan efektif dalam menekan seluruh biaya operasional dan resiko kerugian jika dibandingkan dengan alat tradisonal," papar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Alun Alun Kabupaten Subang, Jabar, Rabu (27/3).

Bantuan tersebut terdiri dari bibit komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan hingga alat dan mesin pertanian. 

Bantuan tersebut fokus untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian petani dalam memenuhi kecukupan pangan. "Sebab kesejahteraan mereka (petani) adalah kebahagian kita semua," ujar Amran.

Nah,bantuan yang diberikan ke sejumlah petani Subang antara lain: sebanyak 150 ekor domba kepada Kelompok Tani Ternak Gadog dan Kelompok Tani Harapan Jaya.

Sedangkan bantuan 8.500 ekor ditujukan kepada Pondok Pesantren Assalam Post, Sabilussalam dan Az Zahra.

Menteri Amran mengatakan digelontorkan bantuan produktif tersebut memiliki efek ganda yaitu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaring generasi muda.

"Untuk itu penggunaan alsintan adalah pilihan tepat bagi petani dalam meningkatkan produksi petani dan mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian," tegas Amran.

Lebih luasnya, bantuan tersebut bisa digunakan para petani dan peternak untuk mampu membangun Subang sebagai wilayah yang mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia.

"Saya juga mengapresiasi wilayah Subang mampu mewujudkan lumbung padi yang menjadi penopang kebutuhan nasional," kata Amran.

Produksi Meningkat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Subang, H. Ruhimat mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas penting bagi pembangunan Kabupaten Subang.

Pemkab Subang sampai saat ini terus berupaya mempercepat peningkatan produksi sektor pertanian dengan teknologi. "Alhamdulillah daerah kami terus mengalami peningkatan," ujarnya.

Tercatat, produksi padi pada tahun 2018 mencapai 1.366.575,57 ton. Sedangkan produktivitas padi yang ditanam petani rata-rata 72,50 kwintal/ha.

Luas lahan sawah di Subang sampai saat ini tercatat sebanyak 84.574 ha. Sedangkan produksi padi dari tahun 2014 -2018 meningkat 31.194,54 ton per tahun.

Ruhimat juga mengapresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang mempercayakan Subang sebagai daerah pertanian penopang pangan nasional.

"Kami berharap, bantuan ini mampu mendorong perkembangan pertanian di Subang dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018