Sabtu, 24 Agustus 2019


Tekan Kemiskinan Masyarakat Sumedang dengan Pertanian

27 Mar 2019, 16:29 WIBEditor : Gesha

Beragam bantuan digulirkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menekan kemiskinan | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Dengan 50 ekor per rumah tangga penghasilannya mencapai Rp 3 juta per bulan, sementara penghasilan rumah tangga dikatakan miskin jika Rp 1,4 juta per bulan. Dengan demikian, penghasilan rumah tangga menjadi Rp 4,4 juta per bulan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumedang --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberikan beragam bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa. Kali ini giliran Sumedang yang diharapkan bisa meninggalkan kemiskinan. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2014, angka kemiskinan di Sumedang mencapai 9,76 persen atau berada di atas rata-rata nasional. 

Hingga saat ini, total kemiskinan di Kabupaten Sumedang mencapai 100 ribu jiwa dan ditargetkam turun 15 ribu jiwa. 

"Pak Bupati, target penurunan kemiskinan naikkan 5 ribu, jadi totalnya 17 ribu rumah tangga miskin. Naikkan lagi targetnya. Kenapa? Karena kami bawa hari ini untuk bantuan ayam saja 270 ribu ekor untuk 5 ribu kepala keluarga. Kalau 5 ribu dikali 4 orang satu rumah berarti 20 ribu orang. Nah sudah ada 20 ribu jiwa, berarti targetnya naikkan 30 ribu jiwa," tegas Menteri Amran Sulaiman kepada petani dan satri tani milenial dalam Pertemuan Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan 2019 di Jawa Barat yang dihelat di Kantor Bupati Sumedang, Rabu (27/3).

Bantuan ayam yang disalurkan tersebut diberikan secara gratis berikut kandang, obat-obat-obatan dan pendampingan selama 6 bulan. Adapun total ayam diberikan untuk kabupaten Sumedang sebanyak 270 ribu ekor. 

"Inilah tujuan kami datang yang berada di bawah garis kemiskinan, kami bantu 50 ekor ayam untuk satu rumah tangga miskin," pinta Amran.

Dengan 50 ekor per rumah tangga penghasilannya mencapai Rp 3 juta per bulan, sementara penghasilan rumah tangga dikatakan miskin jika Rp 1,4 juta per bulan. Dengan demikian, penghasilan rumah tangga menjadi Rp 4,4 juta per bulan.

"Artinya hanya butuh waktu 6 bulan, masyarakat tinggalkan kemiskinan," terangnya.

Lebih lanjut Amran menegaskan berbagai program di sektor pertanian guna menurunkan angka kemiskinan akan tetap dilanjutkan. 

"Dan ini baru bantuan ayam. Kami juga bawa bibit pala, cabai, kakao, cabai, mangga, durian, jagung dan lainnya semua gratis," tukasnya.

Di hari tersebut Kementerian memang menggelontorkan bantuan produktif senilai Rp 40,95 Milliar. Bantuan pertanian tersebut terdiri dari benih pala, kakao, padi, jagung, sayuran, cabai, tumpang sari jagung kedelai, bibit mangga, durian, alat mesin pertanian, asuransi pertanian, dan bantuan alat uji tanah dan pupuk. 

Aneka bantuan tersebut menjadi bagian dari beragam produk program Kementan seperti Program Santri Tani Milenial, Pengembangan Ternak Ruminansia Potong, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) hingga Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA).

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan bantuan sektor pertanian untuk Kabupaten Sumedang sangat besar. Karenanya, ia memberikan apresiasi terhadap kinerja yang baik.

"Saya haturkan terima kasih. Banyak bantuan yang kami dapatkan sebelumnya hingga saat ini, mulai dari benih, alat mesin pertanian, asuransi dan pendampingan. Bantuan ini sangat bermanfaat sehingga meningkatkan kesejahteraan petani," tuturnya mengakui.

 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018