Friday, 07 May 2021


Meugang Ramadhan: Harga Daging di Aceh Naik, Masyarakat Tetap Antusias Beli

13 Apr 2021, 10:39 WIBEditor : Ahmad Soim

Harga daging di Aceh naik | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh -- Harga daging di Aceh walaupun naik dari hari biasanya, minat dan antusias masyarakat tetap saja meningkat.

Pengamatan Sinar Tani di pasar Ulee Kareng, Beurawe (Banda Aceh) hingga pasar Lam Ateuk, Aceh Besar harga daging bervariasi mulai dari harga Rp 160.000-180.000 per kilogramnya, sedangkan untuk tulang Rp 80.000 - 100.000 dan hati ada yang Rp 150.000 - 170.000. Harga akan semakin menurun jelang siang dan sore hari. Bahkan kalau sudah sore ada yang menjual Rp 150.000.

Bagi masyarakat Aceh, hari Meugang merupakan hari istimewa, hampir semua warga sejak usai sholat Shubuh, sudah mulai berduyun-duyun menyerbu pasar hanya untuk membeli sekilo daging ataupun lebih.

Di beberapa daerah termasuk Banda Aceh, umumnya menggelar hari Meugang selama dua hari, Meugang phon (pertama) dan meugang kedua.

Di Pasar Ulee Kareng, Nazir (27) milenial alumni SMK 2 Lhong Raya, Banda Aceh, memanfaatkan momen Meugang dengan membeli Sapi yang besar seharga 30 juta, namun bukan Sapi Aceh asli, istilahnya Sapi Banteng. Pengalamannya menjual daging Meugang sudah digelutinya sejak tiga tahun lalu, walaupun dalam penjualannya tidak memperoleh untung besar, namun tak pernah rugi.

Dirinya mempersiapkan lapak dua hari sebelumnya, Sapinya di bawa dari kecamatan Samahani Kabupaten Aceh Besar. Alasannya berjualan di Ulee Kareng, karena konsumennya ramai pegawai kantoran.

Lain halnya Busra (35) di Pasar Lam Ateuk, dia membeli Sapi seharga 27 juta dengan berat 150 kilogram. Melibatkan empat pekerja, upah ketua regu dibayar Rp 500.000 lebih tinggi dibanding anggotanya.

BACA JUGA:

Sementara Abbas penduduk Ie Masen dirinya sebagai pekerja mendapat upah harian Rp 100.000 mulai bekerja jam 2 pagi hingga pukul 11.00 wib. Namun kalu dalam penjualannya banyak mendapat untung, biasanya upahnya dibayar dua hingga tiga kali lipat. Hari ini kebetulan dagingnya cepat habis. Selain mendapat upah dia juga diberikan daging sebanyak 2-3 kilogram untuk dibawa pulang ke rumah.

Sapi yang dibelinya seharga Rp 18 juta, dengan perkiraan berat dagingnya mencapai 100 kilogram lebih.

Daging Beku

Disisi lain,  ketua Pergizi dan mantan peneliti BPTP Aceh,  Dr. drh Iskandar Mirza MP, menjawab permasalahan mahalnya harga daging. Menurutnya di Indonesia pada umumnya dan Aceh secara khusus belum ada standardisasi harga hampir untuk semua produk, kecuali sebagian produk farmasi saja. Begitu juga katanya dengan harga daging yang cenderung naik di waktu-waktu tertentu, terutama di hari Meugang puasa dan Idul Fitri.

Fenomena ini lanjutnya, terjadi di setiap tahunnya. Namun kondisi ini bisa diantisipasi jika masyarakat sudah terbiasa dengan mengkonsumsi daging beku."Kenaikan harga ini juga disebabkan karena tingginya permintaan pasar terhadap sapi potong", imbuhnya.

Pada hari-hari biasa, pedagang biasanya membeli sapi dengan harga lebih murah. Pada waktu kekurangan sumber sapi potong, harganya bisa tinggi. Sehingga berdampak pada harga daging di tingkat konsumen.

Perlu kita pahami katanya, dinamika harga daging dihari Meugang tidak selamanya mahal. Memang harga di pagi hari biasanya diatas harga normal yaitu lebih tinggi Rp 10.000-30.000/kg.

Pada saat tengah hari, jika permintaan tinggi maka harganya juga akan naik secara drastis. "Sebaliknya kalau permintaan pasar rendah maka harga bisa turun di bawah harga normal", ungkapnya.

Terkait dengan pandemi Covid 19, sebenarnya daya beli masyarakat cukup rendah. Lazimnya ini akan berdampak pada harga jual daging menjadi dibawah harga normal.

Fenomena harga daging yang tinggi pada hari Meugang ini, bisa disebabkan karena ada gerakan dari masyarakat yang berkemampuan untuk memberi sumbangan baik dalam bentuk uang tunai atau daging kepada masyarakat yang kurang mampu.

Kondisi inilah yang menyebabkan harga daging tahun ini menjadi tinggi.

Masyarakat belum terbiasa dengan daging beku, katanya cita rasanya tidak lebih enak dibandingkan dengan daging segar. "Dari aspek kualitas daging kandungan zat giginya sebenarnya sama saja", pungkasnya.

Hasil pengamatan Sinar Tani perkembangan harga di Pasar Peunayong Telur Rp 45.000-50.000 per ikat (30 bitir), biasanya Rp 37.000-40.000. Cabai merah Rp 55.000. Untuk Cabai rawit biasanya Rp 30.000-40.000 saat Meugang Rp 60.000, sedangkan harga Tomat 10.000 lebih murah dari biasanya Rp 14.000 dan Kentang Rp 12.000 menjadi Rp 14.000.

--+

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018