Tuesday, 18 August 2026


Bagaimana Kesiapan PT SHS Produksi Benih ?

05 Aug 2026, 16:27 WIBEditor : Yulianto

Benih padi unggul menjadi syarat keberhasilan program PM-AAS

Untuk mendukung pelaksanaan PM-AAS pada Semester II 2026, SHS telah menyiapkan stok benih siap salur sebanyak 2.380 ton. Perusahaan juga menargetkan produksi tambahan sebesar 11.683 ton sehingga total ketersediaan benih mencapai sekitar 14.063 ton.

Jumlah tersebut memang belum mampu memenuhi keseluruhan kebutuhan PM-AAS yang diperkirakan mencapai 70.000 hingga 80.000 ton untuk pengembangan lahan seluas 1 juta hektare. Namun demikian, SHS optimistis kapasitas produksi dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan para penangkar dan produsen benih lainnya.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kebutuhan benih nasional sangat besar sehingga harus dipenuhi melalui kolaborasi dengan seluruh produsen benih di Indonesia," kata Dias.

Untuk tahun 2027, SHS menargetkan produksi sebanyak 36.003 ton yang sebagian besar berasal dari kerja sama penangkaran. Dengan demikian, total produksi yang disiapkan perusahaan untuk mendukung Program PM-AAS selama periode 2026–2027 diperkirakan mencapai 50.066 ton.

Namun jika seluruh unit produksi kembali diaktifkan dan skema kerja sama produksi melalui pelimpahan kepada mitra penangkar diperluas, Dias yakin kapasitas produksi SHS masih dapat ditingkatkan hingga sekitar 80.000 ton.

Terkait varietas, SHS saat ini masih didominasi produksi Inpari 32. Varietas ini hingga kini banyak digunakan petani dan dinilai masih sesuai untuk mendukung PM-AAS. Selain itu, perusahaan juga memproduksi Inpari 42 serta akan memperbanyak varietas-varietas lain yang telah direkomendasikan BRMP pada musim tanam mendatang.

"Kami akan terus mengembangkan varietas yang direkomendasikan sehingga kebutuhan benih PM-AAS pada 2027 dapat dipenuhi dengan lebih baik," kata Dias.

Namun ia juga berharap dukungan pemerintah dalam hal ini BRMP Padi untuk ketersediaan benih Sumber guna mendukung kegiatan penangkaran/perbanyakan benih padi. Selain itu, kepastian alokasi,  wilayah distribusi dan jadwal kebutuhan benih dalam program PM-AAS.

Dalam program PM-AAS, benih padi yang direkomendasikan adalah tahan rebah, tahan hama daur bakteri (HBD), tahan blast dan mempunyai produktivitas hingga 10 ton/ha. Beberapa jenis benih padi yang tahan rebah yakni, Inpari 42 Agritan, Inpari 47 WBC, Cakrabuawa Agritan dan Padjajaran Agritan.

Di sisi lain, Dias berharap pemerintah juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan industri perbenihan nasional melalui peninjauan kembali harga benih. Menurutnya, harga benih yang kurang kompetitif dapat mengurangi minat penangkar untuk memproduksi benih karena lebih memilih menjual gabah konsumsi yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

"Kami berharap harga benih dapat direview kembali agar usaha perbenihan tetap menarik. Kalau harga tidak berubah, dikhawatirkan banyak penangkar beralih ke gabah konsumsi karena nilai ekonominya lebih tinggi," ujarnya. 

Reporter : Herman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018