Friday, 18 June 2021


Ragam Bunga Mawar dan Teknik Budidaya Mawar Potong dari Balithi

17 May 2021, 09:28 WIBEditor : Ahmad Soim

Bunga mawar tabur | Sumber Foto:Ahmad Soim

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Bunga Mawar (Rosa sp) selain indah dan harum, juga memiliki ragam manfaat, di antaranya untuk bahan kosmetik, bunga tabur, bunga potong dan untuk ditanam di taman atau pekarangan rumah. 

Ada kekhususan tertentu yang perlu diperhatikan bagi penggemar mawar yang ingin menanam bunga mawar. Varietas untuk beragam manfaat bunga mawar tersebut bisa berbeda, karena memerlukan karakter bunga yang berbeda. 

Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) merekomendasikan teknik budidaya bunga mawar potong sebagai berikut. Mawar potong sebaiknya ditanam di dataran tinggi (1000-1500 mdpl).  Tanah yang gembur serta kaya bahan organik atau humus dengan pH 5.6-6.5, drainase yang baik dan sinar matahari yang cukup banyak diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi bunga.

Tanaman mawar potong memerlukan rumah plastik untuk menjaga bunga dari siraman air hujan, sehingga kualitas dan keragaan bunga (vase life) dapat dipertahankan.

Tanah untuk media tanam diolah sedalam 30 cm. Media tanam harus gembur, merupakan campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos. pH media tanam berkisar antara 5.6 - 6.5.

Media tanam disterilisasi dengan menggunakan nematisida dengan bahan aktif dazomet, kemudian ditutup dengan mulsa plastik hitam selama dua minggu.  Setelah dua minggu mulsa plastik dibuka dan dibiarkan selama satu minggu.

BACA JUGA:

Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 20x30 cm atau 15x40 cm, dan setiap bedengan dibuat dua barisan tanam.

Kemudian bibit mawar ditanam dalam lubang tanam yang telah tersedia dengan mata tempel menghadap ke luar bedengan.

Untuk pemupukan, gunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha atau 0.5 kg/tanaman (tergantung jumlah populasi tanaman mawar per hektar) diberikan sebelum tanam.

Pupuk makro dan mikro diberikan dua kali seminggu. Komposisi pupuk mawar dengan EC 1.5 dS/m yaitu NO3- 158 mg/l, NH4-N 18 mg/l, P 38 mg/l, K 196 mg/l, S 40 mg/l, Ca 140 mg/l, Mg 18 mg/l, Fe 1,4 mg/l, Mn 0,3 mg/l, Zn 0,2 mg/l, B 0,2 mg/l, B 0,2 mg/l, Cu 0,05 mg/l, dan Mo 0,05 mg/l.

Pemupukan dengan sistem irigasi otomatis dapat dilakukan bersamaan dengan penyiraman.

Untuk budidaya tanaman ini bisa menerapkan sistem Jepang yang dimodifikasi. Bending, bagian tanaman atau tunas tidak produktif dirundukkan tepat di atas mata tunas ke-dua atau ke-tiga tapi tangkainya tidak patah.

Pada sistem Jepang yang dimodifikasi, bending hanya dilakukan ke satu arah. Tangkai bunga yang dipanen berasal dari tunas utama (bottom break).

Pemeliharaan dilakukan di antaranya dengan melakukan penyiangan. Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan tanaman pengganggu (gulma) dengan frekuensi dua minggu sekali, terantung cepat tidaknya gulma tumbuh.

Tangkai-tangkai yang kering atau diserang hama dan penyakit, serta tunas-tunas liar dibuang.

Panen

Bunga dipanen pada saat bunga 1-2 petal telah membuka dan sepal masih melekat pada kuncupnya. Panen dilakukan pada pagi atau sore hari. Pemotongan tangkai bunga tepat di atas mata tunas ke-dua atau ke-tiga dari pangkal. Kemudian bunga mawar dikemas dengan kemasan terbuka dan disimpan di dalam ruang dingin (cool storage) dengan suhu 2-5oC.

Agar bunga tahan lama dalam vas sebaiknya diberi larutan pengawet: gula 1-5 persen, perak nitrat 100 ml/l atau 2 ml/l chlorox 5 persen dan asam sitrat 300-500 mg/l supaya pH larutan 3-4, atau digunakan bahan pengawet yang sudah tersedia di pasaran.

  === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Som
Sumber : balithi.litbang.pertanian.go.id
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018