Wednesday, 21 October 2026


Nanas Tembaga Aceh Tamiang Manis dan Jumbo

28 Jun 2021, 09:26 WIBEditor : Ahmad Soim

Nanas Tembaga Aceh Tamiang

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Jaimin (57) salah satu petani di kampung Seuneubok Aceh, Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang giat menanam Nanas Tembaga, agar tidak punah. 

Jaimin, memanfaatkan lahan tetangganya seluas 2 rante (1.000 meter2) untuk budidaya Nanas Tembaga. Selain suka dengan rasanya yang manis, ukuran buahnya juga besar. Bahkan bisa mencapai 4 kilogram per buah. "Walaupun rasanya sangat manis, tapi kalau dimakan sendiri tidak habis," bebernya. 

Jaimin ayah empat anak ini sudah digelutinya sejak empat tahun lalu. Selain menanam nanas, Jai,min juga menanam padi seluas 10 rante. "Cukuplah buat makan sehari - hari," jawabnya lirih, kepada Sinar Tani.

Sebelum ditanam, Nanas Tembaga terlebih dahulu disemai dan diberikan pupuk Urea 1/2 sendok. Setelah berumur 15 hari, dipindahkan ke lahan yang telah ditaburi pupuk NPK Phonska sebanyak satu genggam. "Untuk 200 batang Nanas dengan jarak tanam 1,5 x 1,5 meter, menghabiskan pupuk NPK sebanyak 100 kg," sebutnya. 

BACA JUGA:

Saat panen harganya dijual Rp 20.000 - 30.000 tergantung ukuran buah. Dibandingkan dengan nanas biasa memang lebih mahal, karena rasanya yang manis dan langka. 

Rusli selaku datok kampung Seuneubok Aceh mengatakan, selain Jaimin dan Awaluddin yang menanam nanas, ia juga mengajak warga dan petani milenial untuk mengembangkan kembali nanas yang tergolong langka ini. minimal setiap rumah menanam 5 - 10 batang.

Ditambahkan, sebelumnya dikenal Nanas Tembaga Tanjung Rambut, kecamatan kota Kualasimpang, tapi sekarang hanya tersisa tiga hektar.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Aceh Tamiang Yunus SP menambahkan, salah satu petani yang membudidayakan Nanas tembaga, pernah mendapatkan penghargaan sebagai Petani Berprestasi tingkat Aceh.

Nanas tembaga ini juga pernah diperlombakan di ajang Aceh Agro Expo, di Banda Aceh 2019 lalu.

Kedepan hendaknya jenis buah-buahan langka ini bisa berkembang dan dikenal kembali. Pihaknya telah menginstruksikan ke setiap koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), agar buah - buahan langka bisa menjadi ikon di masing-masing kecamatan.

Nanas Tembaga perlu terus digalakkan dan dikembangkan dalam menjaga sumberdaya genetik, agar tidak punah. "Sehingga generasi kita kedepan mengetahui, Nanas Tembaga ini hanya ada di Aceh Tamiang,” pungkasnya.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018