eputi Klimatologi BMKG, Herizal saat diskusi di Kantor Sinar Tani
TABLOIDISINARTANI.COM, JAKARTA--Perubahan iklim global tak terbendung lagi. Dampak paling besar dirasakan petani dalam melakukan usaha taninya. Untuk membantu petani, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan bimbingan dalam bentuk Sekolah Lapang iklim (SLI).
“Kalau tidak adaptasi pertanian merupakan sektor yang rentan terhadap perubahan iklim,” kata Deputi Klimatologi BMKG, Herizal saat diskusi Kesiapan Pertanian Menghadapi Perubahan Iklim Global yang berlangsung di Kantor Tabloid Sinar Tani, Jakarta, Rabu (21/11). Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden mengenai antisipasi perubahan iklim, ungkap Herizal, pihaknya menyiasati dengan membuat Sekolah Lapang Iklim (SLI). Kegiatan tersebut sudah berlangsung dalam tiga tahap yakni SLI 1, SLI 2 dan SLI 3.
Untuk SLI 1 merupakan tahap awal memperkenalkan antisipasi perubahan iklim terhadap pertanian ke Pemerintah Daerah. Kegiatan itu dilanjutkan pada SLI 2 dengan mengundang penyuluh pertanian di kabupaten yang bertujuan agar penyuluh bisa menyampaikan ke petani. Selanjutnya SLI 3 dilakukan uji coba untuk satu musim tanam atau sekitar 3,5 bulan di petani. Dalam kegiatan SLI 3 dilakukan pertemuan 10 hari sekali dengan petani, penyuluh dan pihak BMKG untuk melihat dan mengantisipasi 10 hari ke depan.
Dalam pertemuan itu dilakukan obersvasi parameter perubahan iklim dan melihat pertumbuhan tanaman. Jika ada ancaman iklim, maka kita sudah siap melakukan tindakan,” katanya. Dari hasil evaluasi SLI, menurutnya, berdampak cukup baik terhadap peningkatan produktivitas tanaman, rata-rata ada kenaikan 30%. Namun Herizal mengakui tidak mudah mengajak petani untuk tiap saat memantau kondisi iklim tersebut.
Misalnya, di Kabupaten Pati, pihaknya sudah membimbing petani kaca tanah dalam SLI, termasuk membuat sodetan untuk pengairan. “Yang terjadi ketika kita tinggal kegiatan itu sudah tidak jalan lagi,” sesalnya.
Agar SLI berkesinambungan, Herizal mengatakan, pihaknya kini bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk kegiatan SLI. Alasannya, BI adalah pihak yang terkait dengan antisifasi inflasi. Sedangkan naik turunnya produksi pangan juga akan berpengaruh terhadap iklim. “Kerjasama dengan BI dalam SLI, kita harapkan produksi pangan tidak terganggu, inflasipun akan turun,” katanya.
Karena itu BMKG juga mengadakan SLI ke nelayan. Contohnya di Makassar, ternyata inflasi dipengaruhi dengan kenaikan produksi ikan bandeng. “Kerjasama SLI dengan BI akan membantu mengerem inflasi,” ujarnya. Informasi iklim yang diberikan dalam SLI merupakan bagian dari Pertanian Cerdas Iklim. Sasaran utamanya adalah pertanian berkelanjutan melalui kegiatan literasi dalam menerjemahkan istilah teknis informasi iklim ke informasi operasional lapangan yang dipahami petani.


